Friday, October 14, 2016

Teruntuk wanita yang paling dimuliakan Tuhan..

Ibuu, hari itu mungkin merupakan salah satu hari terberat dalam hidupmu, dimana engkau harus melepaskan satu-satunya anak perempuan yang engkau punya.. Katanya, akan beda rasanya saat orang tua menikahkan anak perempuannya dibanding anak lelakinya. Karena ketika seorang anak perempuan menikah, seluruh bakti utamanya tak lagi untuk ibu maupun bapaknya, melainkan untuk suaminya. Surganya tak lagi terletak di telapak kaki ibunya, melainkan di kaki suaminya..
Ibu.. Mungkin ini bisa sedikit meringankan pilu di hatimu, bahwa lelaki pilihanku sungguh begitu sayang padaku, bahwa dia begitu berusaha untuk selalu membuat anak perempuanmu ini bahagia, bahwa betapa aku percaya dia akan menyayangimu dan seluruh keluarga seperti dia menyayangi keluarganya sendiri..
Ibu.. Sungguh bahagia dan haru meliputiku di hari itu, tentang bagaimana Tuhan mendengarkan setiap doa malamku, untuk menghapus semua sakit dan menggantinya dengan bahagia, seiring dengan kedatangan lelakiku ini..
Tapi ibu, tangisku pecah saat menatapmu di hari itu.. Tetiba memori tentangmu berkelabat di pikiranku.. Aku ingat bagaimana ibu mengantar jemputku ke sekolah dengan angkutan umum di waktu kecilku, aku ingat bagaimana senyum banggamu menyambutku dengan rapor di tanganku, aku ingat bagaimana ibu berusaha menahan untuk tidak mengeluarkan kata-kata keras saat memarahiku, karena engkau tau, betapa kata dan doa yg terucap dari bibir seorang ibulah yang paling Tuhan dengar..
Ibu, tangisku pecah karena aku ingat, berapa banyak kelak malam yang akan engkau lewati dengan sendiri, berapa banyak waktu yang engkau habiskan dengan bekerja hanya untuk mengalihkan sepi..
Ibu, tangisku pecah saat aku sadar ketika bakti utamaku sudah berpindah, abdiku padamu masih jauh dari sempurna. Ketika aku tau betapa aku menyiakan waktu bukannya untuk mengecup surga di kakimu melainkan menoreh luka di hatimu.
Ibu........ Aku sungguh bersyukur dan bahagia mendapatkan lelaki pilihanku, yang aku tau setengahnya ku dapat karena doa doa tulus darimu.. tapi yang buat tangisku pecah, adalah ketika aku membayangkan engkau dengan ikhlas merelakan doa kebahagiaan untukmu, agar aku yang mendapatkannya..
Ibu... Kuhanturkan doa untukmu.. Agar senantiasa Tuhan berikan kedamaian di hatimu, agar senantiasa Tuhan menaruh bahagia di jalanmu dan menghapus semua pilu dari hidupmu, agar senantiasa Tuhan mengganti semua pedihmu di dunia dengan kebahagiaan yang sejati di akhirat nanti..
Ibu... Aku tidak pergi, aku hanya melangkah mengarungi hidup yang baru dengan lelaki ini, tapi tetap restumulah tempat aku kembali..
Rabbigh firli wa li walidayya warhamhuma kamaa Rabbayani Soghiro..

0 comments:

Post a Comment