Tuesday, May 21, 2013

perfect stranger

lucu ya,
bagaimana beberapa tahun lalu,
aku dan kamu masuk ke dalam sebuah komunitas yang sama,
terhubung dengan beberapa teman yang sama,
menjalani rutinitas yang sama,
tapi terpaut simpang yang berbeda.


lucu ya,
bagaimana persimpangan itu membuat kita selama hampir 5 tahun,
tidak pernah bersinggungan.
mungkin ada satu dua kali keberadaan kita tercakup radar,
namun dalam frekuensi yang begitu kecil,
lalu terlewat kembali begitu saja.


lucu ya,
bagaimana beberapa waktu lalu,
semesta berkonspirasi dalam cerita kita.
satu letupan kecil yang buat kamu yakin untuk mengenalku,
dengan cara yang paling aku benci.


dan lucu ya,
bagaimana aku yang sedang begitu muak dengan hal semacam itu,
mendengar sudut otakku berbisik "coba saja dulu."


tanpa basa basi, kamu mulai bergerak ke arahku,
tidak banyak mencuri perhatian, hanya saja kamu selalu ada di keseharian..


masih dengan cara yang aku benci, tidak terburu tapi pasti,
dan tanpa kita sadari, sudah menapak lebih dari 30 hari.


sampai tiba satu waktu,
kita bertemu.
mempertaruhkan kenyamanan yang telah ada,
akan mungkinnya beda di sapa yang nyata.

12 mei 2012,
satu sudut kafe di bilangan jakarta selatan..

aku masih ingat bagaimana mata ini langsung mengenali sosok kamu di sudut ruangan.
derap sepatu berpacu dengan degup jantung saat menuju kamu.
ah sampai aku takut duduk berhadapan denganmu,
alih - alih kamu mampu dengar gemuruhnya degupku.

lalu ada jabat tangan yang hangat,
senyum yang tidak berhenti melengkung,
perbincangan yang terus mengalir.
pertemuan pertama yang buat aku tidak menyesal untuk membuka diri mengenalmu.

waktu terus melaju, begitu cepat, dan juga lambat secara bersamaan.
dibanding kuantitas, kualitas lebih menguasai pertemuan kita.
dengan semua kesibukan yang ada, kita tidak bisa sering bersua.

kita memang tidak selalu mampu bantah rindu,
tapi selalu, tiap bertemu,
ada rasa yang buat kita semakin satu.


dan tetiba saja, kita sudah sampai sejauh ini.
menyamakan derap langkah. meyatukan degup hati.
kemana? tidak tau pasti.
selama kamu masih di sisi, yang lainnya tidak begitu berarti.


aku tidak bisa janjikan masa depan dengan akhir yang indah,
atau bahkan tanpa akhir.
tidak tau pasti apa memang tanganmu yang masih akan aku genggam di ujung nanti,
atau kita harus merelakan lagi.


begini saja,
biarkan Tuhan masih dengan rahasia-Nya.
biarkan yang di depan tetap menjadi apa yang sudah Dia tulis.
tapi selama kita masih beriringan,
berikan yang terbaik yang kita punya,
lakukan semua yang terbaik yang kita bisa,
lantunkan semua doa terbaik untuk kita.

usahakan agar "kita",
akan selalu ada.

dan pada akhirnya,
biarkan Dia yang tentukan apa yang terbaik untuk kita.


..dan lucu ya,
bagaimana seseorang yang tadinya begitu asing untuk kita,
tetiba datang dan menjadi pusat di hidup kita..

0 comments:

Post a Comment