Tuesday, August 11, 2015

Ada Apa Setelah Patah Hati?

Aku sering dengar tentang apa yang mereka bilang bahwa akhir hanyalah suatu permulaan yang baru. 
Tapi ada yang mereka lupa katakan bahwa akan ada akhir yang begitu terasa berat, sampai tidak mampu untuk memulai kembali.

Dan akhir – akhir ini, aku sedang berdiri di akhir tersebut.

Masih belum bisa aku lihat adanya awal yang baru dari sini. 
Aku hanya bisa berdiri diam, sejauh mata memandang hanya ada tembok tinggi yang masih tidak terlihat ujungnya.
Pilihan yang ada selain diam, hanya memutar arah dan kembali menyusuri jalan yang terbentang di belakang. Haruskah? Mampukah?

Sekali dua kali rasanya begitu ingin aku memutar tubuhku dan berlari pulang. 
Tapi rasa-rasanya belum siap aku untuk berharap dan kecewa lagi.

Tidak sedikit pula yang bertanya, mau bersedih sampai kapan?
Ingin aku menjawab, “saat ini juga!”, karena sungguh, tidak ada yang enak dari merasakan patah hati.

Beberapa datang menanyakan, siapkah membuka kembali pintu hati?
Ah mereka semua tidak mengerti, aku berhenti bukan untuk mencari yang lain lagi, tapi untuk mengistirahatkan sejenak hati ini.

Lalu ada apa setelah ini? Ada apa setelah patah hati?

Aku sudah putuskan tidak akan hanya berdiam diri, tidak ada gunanya juga terus meratapi apa yang terjadi, atau menyesali apa yang telah dijalani selama ini.
Sudah cukup rasanya untuk terlalu sering menolerir kekecewaan, meredam keinginan, memaklumi perbedaan sudut pandang.
Jadi setelah patah hati, aku akan sebanyak – banyaknya mengegoiskan diri! 
Hal yang tidak akan pernah bisa aku lakukan ketika tangan masih bergandengan.
Kali ini yang terbaik akan aku lakukan, bukan lagi untuk dua perasaan, tapi untuk diri sendiri saja!

Setelah patah hati, banyak aku habiskan waktu untuk berpikir. 
Dan pikiran-pikiran itu menyimpulkan, bahwa kebahagiaan jangan pernah kamu letakkan pada tangan orang lain, karena ketika dia pergi, yang tersisa hanya kesedihan. 
Happiness must come from within.
Bahagia atau tidaknya diri kamu harusnya bukan bergantung dari hal – hal apa saja yang orang lain lakukan terhadap kamu, melainkan berdasarkan hal – hal apa saja yang diri kamu mampu atau tidak mampu untuk lakukan.

Kesimpulan lain juga muncul,
bahwa bersangka baik terhadap keputusan Tuhan mungkin adalah jawaban terbaik tentang bagaimana caranya untuk mengikhlaskan. 
Kadang kita lupa, bahwa apa yang kita begitu suka, belum tentu menurut Tuhan itu baik untuk kita.
Dan sungguh, no one could precisely know what’s best for anyone except the Creator Himself , right?

Jadi langkah pertama setelah patah hati adalah.. ikhlas melepaskan!

Lalu, akan ada banyak malam yang membuat dia kerap datang sebelum kita terlelap, rasa rindu yang begitu sulit untuk kita cegah, terlebih untuk kita hapus.
But when you miss someone, most of the time you don’t miss the actual person, you just miss the feeling you had when you were with him.
First few months are going to feel like hell. Menangis saja, sebanyak yang kamu mau. 
Tidak ada gunanya berlagak kuat, karena rasanya memang begitu sakit dan hancur. 
Tapi tidak perlu kamu bagi semua sedihmu untuk orang banyak, here is the secret, most of them just curious and the rest is simply doesn’t care. 
And remember, stop playing those cheesy love songs, especially at night, it’s not helping at all darling!

Tapi tenang, tidak usah terburu, semua butuh waktu. 
A good friend of mine once told me, the best ways to move on are : time and new person.
But seriously, saat ini sama sekali tidak aku butuhkan adanya kehadiran orang baru. 
Since he left, my heart broken into zillion pieces, and I don’t think that I will be able to open my heart to anyone new anymore, ever.. hehehe..
jadi cukup dengan adanya waktu. Percaya saja, semua akan membaik seiring berjalannya waktu. 
Time heals everything.
So the second step you can do after a broken heart is.. give your heart time.

Hal ketiga yang harus dilakukan adalah menyibukkan diri. 
Go outside, explore, travel. 
Do things that make you feel that 24 hours still not enough! 
Trust me, being super busy distract your mind to keep thinking about him. 
So since you can make your own decisions now, just do whatever you’ve always wanted to do! 
Narrow down the list and just do! Les bahasa? Naik gunung? Short escape ke pantai? Belajar masak? Start fitness? Apapun itu lakukan, as long as it brings more value to you.
Jangan lakukan hal yang merusak diri. 
This is the perfect time to do things for your own good. 
It’s time to be selfish, so make yourself happy and satisfied. 
Learn to love yourself more.

And the least thing to do is.. berdoa. 
Doaku biasanya diawali dengan meminta agar Tuhan mampu menguatkan hati, agar tidak lagi bersedih dan terus dilanda resah. Aku berdoa meminta kekuatan, juga ketenangan. 
Aku tidak lagi memaksa Tuhan memberikan yang aku mau, tapi akupun lebih spesifik mendeskripsikan doa - doaku. 
Aku meminta.. jika memang masih ada persimpangan untuk aku dan dia bertemu, semoga Tuhan memudahkan jalan yang ada untuk sampai di sana. Semoga Tuhan meredakan ego antara aku dan dia, agar bisa lebih saling mengerti, dan berhenti menyakiti. Aku berdoa agar Tuhan mampu menguatkan rasa di antara aku dan dia atas dasar cinta yang kuat terhadap Tuhan, dan aku berdoa, untuk dapat dipertemukan kembali, dalam keadaan yang lebih baik lagi.
Tapi jika memang tidak ada sedikitpun arah untuk aku dan dia bersatu, aku berdoa agar Tuhan mampu membuatku mengikhlaskan, juga melupakan, tidak lupa meminta agar Tuhan menguatkan, dan juga menggantikan.


Pada akhirnya, hanya akan ada dua kemungkinan setelah patah hati, 
menemukan orang baru untuk membuatmu percaya lagi, 
atau bertemu kembali, namun kali ini tidak akan ada kata melepaskan lagi.


Which one sounds better to you?