Saturday, April 25, 2015

Wednesday, April 22, 2015

Tentang Janji, dan Bukti




















Kenapa sih para lelaki begitu mudah mengumbar janji?
Dan kenapa pula para wanita ini begitu mudah meyakini?

Mungkin saja awalnya bukan hanya sekedar mengumbar,
Mungkin saja memang ada keyakinan di hatinya dulu sampai terucap janji.
Tapi kemana perginya semua janji saat waktu menuntut bukti?

Begini, jika memang dulu belum bisa yakin pasti apa yang akan terjadi saat ini,
Sudah saja tidak usah berjanji.
Karena ketika lelaki ucap sebuah janji, maka terbentuklah sebuah mimpi.
Mimpi yang begitu wanita yakini.
Mimpi - mimpi ini yang buat wanita masih bisa bertahan di sisi.
Mimpi - mimpi ini yang buat wanita terus menolerir diri.
Mimpi - mimpi ini yang seringkali buat wanita melangkah pada suatu yang tidak pasti.

Lalu ketika waktu kehilangan bukti,
Janji tinggal saja janji,
Dan mimpi tidak jadi terealisasi.

Untuk apa sih para lelaki berjanji, jika nantinya tidak bisa menepati.
Apalagi jika terjadi berulang kali, dan masih saja tidak ada yang terbukti.
Hati mulai terbiasa tersakiti, lagi - lagi karena janji yang terlewati.

Lalu jika sudah begini, wanita bisa apa agar hati tertata lagi?

Akan selalu ada alasan kenapa janji tidak jadi ditepati,
Akan selalu ada keadaan yang dijadikan tumbal kesalahan.

Saat alasan dan keadaan sudah diungkapkan,
Kebanyakan lelaki akan sedikit merasa lega hati.
Mungkin mereka pikir bahwa wanita akan selalu mengerti, dan nantinya lupa kembali.

Hey,
Wanita mungkin saja lupa apakah si lelaki sudah makan tadi pagi,
Tapi tidak akan pernah lupa apa yang pernah lelaki ucapi, walaupun sudah tahunan terlewati.

Jadi jangan begitu saja lepas tangan, atau melaju seakan lupa pada yang pernah dijanjikan,
Berharap lagi - lagi wanita akan memahami keadaan.

Lelaki dewasa akan bertanggung jawab akan kata yang terucap,
Bahkan jika memang keadaan dan alasan benar adanya,
Setidaknya seorang lelaki mampu mengakui,
Dan berusaha sepenuh hati untuk memperbaiki.
Bukan lari dan bersembunyi, lagi - lagi berharap wanita akan selalu mengerti.

Karena pada tiap satu janji yang terlewati,
Terdapat satu mimpi yang padam lagi,
Juga hati yang harus ditata kembali.


Written by : Athieqah Asy-Syahidah

Pondasi Awal

Dibanding para pria,
Tuhan menganugerahi wanita sebuah hati yang lebih lembut sekaligus rapuh.
Tapi teruntuk para wanita,
tidak usah memaksa untuk mendapatkan yang paling kamu cinta,
cukup dengan menerima pria yang paling besar mencinta.

Teruntuk para pria,
singkat saja,
cari yang paling kamu cinta, mekipun si wanita tidak punya begitu banyak cinta.

Seperti wanita yang terlalu banyak bergantung dengan asa, dan lelaki yang berpegang pada logika,
Saat pria dan wanita jatuh cinta, akan ada beberapa dasar yang berbeda.
Seringnya wanita begitu lemah terhadap rasa, yang tidak jarang buat mereka buta akan cinta.
Begitu mudah tersakiti, terlalu sering makan hati.
Tapi seberapapun dalamnya pria jatuh ke dalam cinta, mereka akan lebih mampu kendalikan rasa, dibanding wanita yang baru sekedar suka.
Hati wanita memang lebih lemah, sayang..
Maka ketika kalian berpondasikan cinta yang begitu besar untuk menjalin hubungan dengan pria,
Bersiap saja untuk sering tersakiti. Lebih karena wanita akan biarkan rasa yang memegang kendali, bukan logika yang menjadi kemudi.

Mungkin kalian sudah sering mendengar celotehan,
tentang wanita yang lemah pada pendengaran,
dan pria yang tidak begitu kuat pada pandangan.

Sering kali kita dapati wanita yang begitu menarik berjalan bersama pria yang terlihat biasa.
Tapi rasanya hampir tidak ada pria yang jelas - jelas menarik, berjalan dengan wanita yang jelas - jelas biasa.

Karena hampir setiap pria terpukau dengan apa yang dapat memuaskan mata,
sebut saja semua kriteria fisik yang nampak; wajah, rambut, cara berpakaian, postur tubuh, you name it.
Kadang tidak perlu hati yang seputih salju, atau otak yang secemerlang itu,
karena hampir setiap pria lemah pada pandangannya.

Di sisi yang berseberangan,
ada para wanita, yang telinganya begitu lemah terhadap pujian.
Kadang tidak perlu rupa yang begitu sempurna,
Cukup pria yang pandai memuja dan memperlakukan wanita seperti tiada duanya,
Lama kelamaan kami akan jatuh juga.
Wanita lemah akan sikap dan perjuangan,
Cukuplah pria konsisten dalam memberikan perhatian, mengingat detail kecil percakapan, dan tidak lupa menghujani kejutan, maka wanita akan setia di dalam pelukan.

Seperti yang pria dan wanita tahu,
kecantikan akan memudar, atau akan selalu ada yang nampak lebih bugar.
Dan kembali kepada pria yang lemah akan pandangan,
akan ada kemungkinan si wanita tergantikan, atau terdapat beberapa selingan.
Jadi teruntuk pria,
Tetapkan hati kalian pada wanita yang bisa buat kalian tergila akan cinta,
Karena akan berkurang pula kemungkinan kalian untuk mendua.
Berkurang, bukan sepenuhnya hilang :p

Seperti yang pria dan wanita kira,
karena wanita begitu lemah terhadap pendengaran,
akan ada lagi berbagai pria yang coba menggantikan.
Maka cukupkan wanita dengan perhatian,
dan jangan pernah berhenti memperjuangkan,
wanita akan tetap berada dalam genggaman.


Sudah lihat garis penghubungnya?
Untuk memiliki sebuah hubungan yang mampu bertahan, bukan cinta sebegitu besar yang wanita perlukan.
Wanita hanya butuh terus diperjuangkan.
Dan untuk mampu terus memperjuangkan, prialah yang butuh cinta sedemikian besar.

Jadi teruntuk pria dan wanita,
Hati - hati dalam menetapkan hati.
Jangan sampai pendengaran dan penglihatanmu tertukar lagi.


Pict Source : Tumblr





















written by : Athieqah Asy-Syahidah